Slide background
Slide background
Slide background

Badal Haji Antisipasi Jamaah Tak Lolos Syarat Kesehatan

Badal Haji yang sempat akan dihapuskan oleh Kemenag saat ini justru diorong oleh Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI). Badal haji dinilai bakal memberi lebih banyak manfaat ketimbang membiarkan jamaahnyang sakit tetap berangkat. Selain itu, badal haji juga diperbolehkan dalam syariat Islam.

Hal itu disampaikan Komisioner KPHI Dr Abidinsyah Siregar usai pertemuan dengan Presiden di Istana Merdeka kemarin (14/6). Dia menjelaskan, saat ini sudah ada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 yang mengatur Istithaah kesehatan Jamaah Haji. Permenkes itu mengatur apa saja kondisi yang membuat jamaah tidak memenuhi syarat kesehatan untuk berangkat ke tanah suci.

Dalam aturan tersebut, jamaah akan dipeiksa dalam dua hal. Peluangnya untuk tetap sehat di tanah suci dan kelayakannya untuk terbang. Bila tidak memenuhi, maka dia tidak bisa berangkat. ’’Nanti petugas haji kita yang ada di embarkasi memiliki kewenangan untuk tidak memberangkatkan atau setuju memberangkatkan,’’ terangnya.

Untuk mengantisipasi jamaah yang dilarang berangkat, padahal dia sudah melunasi seluruh biaya haji, KPIH menawarkan solusi badal haji. Aturan badal haji harus dibuat dan diterapkan kepada jamaah yang tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan. Jamaah yang tidak memenuhi syarat, hajinya akan diwakilkan oleh petugas yang ada di tanah suci.

’’Sehingga dengan demikian, sesuai dengan ketentuan agama, sesungguhnya sudah terpenuhi hajinya. Tidak perlu pergi ke sana (tanah suci),’’ lanjutnya. Tentunya dengan syarat utama petugas yang membadalkan wajib sudah pernah berhaji. Lagipula, jamaah tersebut akan mendapatkan manfaaat lain. Uang yang dia bayarkan untuk biaya haji akan dikembalikan sebagian.

Badal haji diperkirakan butuh biaya 1.500 riyal. Selebihnya bisa dikembalikan kepada jamaah yag bersangkutan, namun dia tetap berhaji dengan cara badal. Sesuai ketentuan, orang yang dibadalkan hajinya dipersyaratkan menyerahkan sejumlah dana lewat sebuah akad kepada orang yang melaksanakan haji atas nama dia.

Dalam ketentuan Islam, itu merupakan semacam upah untuk orang yang membadalkan haji. ’’Jangan ada pemikiran bahwa haji itu harus selalu sampai di sana. Ternyata banyak solusi yang dibenarkan sesuai ajaran (agama Islam),’’ tuturnya. Tentunya, yang dibadalkan hanya jamaah yang sudah memenuhi semua persyaratan termasuk ongkos haji, namun setelah diperiksa kesehatannya dinyatakan tidak layak berangkat.

Berdasarkan Permenkes tersebut, ada beberapa jenis penyakit yang membuat seoang jamaah dinyatakan tidak bisa berangkat haji. Di antaranya, penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) derajat IV, gagal jantung stadium IV, hingga AIDS stadium IV (selengkapnya lihat grafis).

Abidin menuturkan, pertimbangan badal semata-mata agar sang jamaah haji tidak sampai menderita selama di tanah suci. Bila sakit parah, dia berpotensi untuk terus menerus berada di tenda kesehatan selama pelaksanaan haji. Selain itu, pelarangan jamaah tertentu untuk berangkat juga agar tidak menimbulkan persoalan pelayanan selama di tanah suci.

Tahun lalu, ujarnya, ada sekitar 20 jamaah yang diketahui mengalami hilang ingatan saat berada di tanah suci. Tahun sebelumnya ada 19 orang. ’’Koko bisa pergi (haji), orang yang ingatannya tidak ada,’’ ucapnya. Bila dibadalkan oleh orang yang sehat, maka jamaah yang hilang ingatan itu tdiak perlu menggugurkan kewajibannya untuk berhaji.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag mengatakan, selama ini ketika ada jamaah yang tidak kuat secara kesehatan, otomatis mendapatkan rekomendasi tidak berangkat dari dokter.

Dia mengingatkan bahwa sejak awal Kemenag sudah menyaring nama-nama yang berhak melunasi BPIH, dengan menekan potensi jamaah yang sakit. Tetapi tidak menutup kemungkinan, dalam perjalanan waktu calon jamaah jatuh sakit keras sehingga tidak berhaji. ’’Selama ini belum ada regulasi khusus soal haji badal,’’ katanya. (indopos)

INFORMASI PENDAFTARAN

 

khomsa tour

KANTOR PUSAT

PT Khomsa Tour & Travel
Jl Flamboyan No. 5 Komplek Bermis
Kelapa Gading - Jakarta Timur
Phone: 021 – 29451422
Email: info@khomsatour.co.id

pp

H Bahrun Syah
Phone: +62 813-5634-3008
WA: +62 812-1188-840

Marketingkhomsa

PENDI PRIYATNA
Phone: 081-1274-9047
WA: 0821-1437-6995

PAKET UMRAH KHOMSA
ONLINE VISITORS
Arsip
HUBUNGI KAMI

pp

 H Bahrun Syah
 Phone: +62 813-5634-3008
 WA: +62 812-1188-840

 

 

Marketingkhomsa

 Pendi Priyatna
 Phone: 0812 1274 9047
 WA: 0821 1437 6995

Copyright © 2015 Khomsa Tour. All rights reserved.
Supported By MediaVisual